Minggu, 05 Agustus 2012

CARUT MARUT MUTU PENDIDIKAN


CARUT MARUT MUTU PENDIDIKAN
RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL !!


Jakarta,21 Juni 2012. Untuk meningkatkan mutu pendidikan ketaraf internasional, pemerintah melalui sekolah-sekolah tertentu merintis sekolah bertaraf internaisonal. Tujuan di selenggarakan RSBI (Rintisan Sekolah Berbasis Internasional) ini adalah untuk mensejajarkan kualitas pendidikan nasional dengan sekolah-sekolah yang sudah terkemuka dan berkualitas di luar negeri. Biaya yang dikucurkan cukup besar dengan harapan target sekolah bertaraf internasional segera terwujud. Inplikasi dari pada RSBI adalah dipungutnya biaya sekolah dari orang tua murid yang sangat tinggi.

Singkat cerita dengan label Internasional maka berbondong-bondonglah orang tua murid menyekolahkan anaknya di tempat tersebut. Biaya pendidikan yang tinggi bukan masalah yang penting orang tua murid bangga dapat menyekolahkan putra-putrinya disekolah yang berkualitas dengan taraf internasional.
Saat ini keberadaan RSBI menjadi sorotan, kenapa ? Ternyata RSBI lebih sibuk dengan membangun sarana fisik yang tidak relevan dengan target yang ditetapkan. RSBI kini lebih hebat fasilitas fisiknya seperti ada lapangan golf mini untuk murid-murid berlatih golf, ada studio musik yang isinya ruang kedap suara dengan peralatan musik yang tidak proporsional.

Sementara itu penggunaan bahasa ganda Inggris - Indonesia tidak dapat terselenggara dengan baik karena guru-gurunya tidak mempunyai kompetensi yang memadai. Peralatan-peralatan sekolah untuk belajar lebih ditekankan kepada peralatan IT sementara pelajaran Akhlak dikebelakangkan. Pendidikan Pancasila bahkan tidak ada.
Saat ini pertanyaan besar kepada RSBI adalah patutkah RSBI ini di lanjutkan tanpa evaluasi ??.

Dengan label Internasional seharusnya RSBI mengedepankan Moral Agama dan bangsa sebagai bagian utama pada kurikulum dan menjadikan murid-murid mencintai tanah air Indonesia sebelum mereka menjadi warga Internasional. RSBI jangan hanya menjadi ajang bisnis pendidikan yang kontra produktif yang melahirkan murid-murid yang keblinger dan dimana faktor Akhlak dan Moral Pancasila menjadi kosong dan akhirnya RSBI menjadi program yang sia-sia dan merugikan bangsa.
Semoga pemerintah segera mengefaluasi RSBI dan menjadikannya sebagai wahana pendidikan internasional berbasis kebangsaan dan Akhlak untuk mewujudkan warga Indonesia bertaraf internasional tetapi tidak meninggalkan budaya bangsa.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar